Skip to main content

PAI KELAS XI TAJWID

 

QS. AL MAIDAH  AYAT 32 DAN QS. YUNUS AYAT 40 BESERTA HUKUM TAJWID

Al maidah adalah salah satu surah yang tergolong kedalam surah madaniyyah. Al maidah terdiri dari 120 ayat. Ayat 32 surah al maidah terdapat beberapa hukum tajwid seperti idzhar halqi, idgham bi ghunna, alif lam syamsyiah dan alif lam qamariyyah

Pembahasan

Lafadz surah al maidah ayat 32

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُون

Arti surah al maidah ayat 32

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Hukum tajwid pada ayat 32 surah al maidah

HUKUM BACAAN

KALIMAT

NO.

HUKUM BACAAN

KALIMAT

NO.

mad layyin dan ra tarqiq

بِغَيْرِ

 

idzhar halqi dan qalqalah sughra

مِنْ أَجْلِ

 

idzhar halqi dan mad layyin

نَفْسٍ أَوْ

 

mad asli

ذَٰلِكَ

 

mad asli, ikhfa da mad asli

فَسَادٍ فِي

 

qalqalah sughra dan mad asli

كَتَبْنَا

 

alif lam qamariyyah 

الْأَرْضِ

 

mad asli

عَلَىٰ

 

ghunnah dan mad asli

فَكَأَنَّمَا

 

mad jaiz mumfasil, ra tafhim, mad wajib muttasil dan mad asli

بَنِي إِسْرَائِيلَ  

 

alif lam syamsyiah, ghunnah dan mad asli

النَّاسَ

 

 ghunnah

أَنَّهُ

 

idzhar halqi dan dua mad asli

وَمَنْ أَحْيَاهَا

 

 ikhfa

مَنْ قَتَلَ

 

 

mad wajib muttasil, idzhar syafawi, ra tafhim dan mad asli

جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا

 

mad asli

أَحْيَا

 

mad asli, ra tafhim, idgham bi ghunnah, idzhar halqi dan ikhfa syafawi

كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ

 

mad iwadh

جَمِيعًا

 

 

 

 

ra tafhim dan mad 'ariklisukun

لَمُسْرِفُون

 

 

QS. YUNUS AYAT 40

وَمِنْهُم مَّن يُؤْمِنُ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن لَّا يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِٱلْمُفْسِدِينَ
Terjemah Arti: Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.

HUKUM TAJWID

PENJELASAN

 

PENJELASAN

NO.

8. Mad thabi'i (mad asli)

Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

 

 

Idzhar khalqi

Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ha, cara membacanya suara nun mati dibaca jelas.

 

1

9. Tanda waqaf

Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

 

 

Idgham mutamasilain / idgham mislen, idgham mimi Mim mati bertemu dengan huruf mim, cara membacanya yaitu mim mati dimasukan ke huruf mim yang kedua serta ditahan dengan dengung.

2.

10. Tafhim

Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

 

 

Idgham bighunah

Yaitu nun mati bertemu dengan dengan ya (huruf idgham), cara bacanya suara nun dimasukan ke huruf ya, dibaca serta di tahan dengan dengung ke hidung.

 

3.

11. Alif elam qomariyyah

Yaitu alif elam bertemu dengan huruf mim (huruf Qomariyyah), cara membacanya lam mati dibaca jelas.

 

 

4. Mad silah khoshiroh

Yaitu sebelum ha dhamir ada huruf yang hidup (yang ada barisnya), kalau sebelum ha dhamir hurufnya mati maka itu tidak bias disebut mad shilah khoshiroh, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

 

 

12. Mad aridisukun

Yaitu mad thabi'i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

 

 

5. Idzhar khalqi

Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ha, cara membacanya suara nun mati dibaca jelas.

 

 

 

 

6. Idgham mutamasilain / idgham mislen, idgham mimi

Mim mati bertemu dengan huruf mim, cara membacanya yaitu mim mati dimasukan ke huruf mim yang kedua serta ditahan dengan dengung.

 

 

 

 

7. Idgham bilaghunah

Yaitu nun mati bertemu dengan huruf elam, cara membacanya suara nun mati dimasukan ke huruf elam serta tidak memakai dengung.

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN

  MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN PENTINGNYA SYAJA’AH Dalam agama islam ada banyak macam sifat dan akhlak baik maupun buruk yang dapat dipelajari untuk menambah wawasan pengetahuan, salah satunya yaitu syaja’ah.             Sebagai seorang muslim, mempelajari sifat-sifat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan suatu hal yang sangat penting.           Tujuan dari mempelajari sifat seperti syaja’ah ini tidak lain yaitu supaya bisa tahu mana yang baik dan buruk untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN SYAJA’AH Secara umum  syaja’ah  adalah sebuah sifat keberanian atau bisa diartikan juga sebagai sifat benar atau gagah. Kata syaja’ah sendiri digunakan untuk menggambarkan sifat kesabaran dan keberanian seseorang dimedan perang dalam membela kehormatan sebagai seorang umat islam.     ...

MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN   TANGGUNG JAWAB Bekerja keras dan bertanggung jawab adalah dia perilaku terpuji (akhlak mahmudah) dalam islam. Dengan bekerja keras, seseorang tidak hanya mendapat pahala dan kemuliaan dariAllah SWT melainkan juga   menjauhkan   dirinya   dari kehinaan akibat   meminta-minta atau berutang. Dengan bekerja keras, seseorang tentu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga tidak harus meminta belas kasihan   orang lain. Selain itu dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, seseorang akan dipercaya di mata manusia lainnya sehingga ia mendapatkan penghormatan dan kemuliaan tersendiri di mata manusia. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Rosulullah saw menyampaikan bahwa   خَيْرًا قَطُّ طَعَامًا أَحَدٌ أَكَلَ مَا قَالَ النَّبِيِّ عَنِ عَنْهُ اللهُ رَضِيَ يَكْرِبَ سَعْدِ بْنِ اْلمَقْدَادِ عَنِ يَدِهِ عَمَلِ مِنْ يَأْكُلُ كَانَ دَاوُدُ اللهِ نَبِيَّ وَإِنَّ يَدَ...

MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 TENTANG KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB   Hidup adalah sebuah perjuangan. Tanpa adanya usaha untuk berjuang maka manusia tidak akan bisa bertahan untuk hidup. Untuk itu manusia haruslah berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Dalam pada itu berjuang memiliki makna yang cukup luas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai untuk bekerja keras. Tanpa adanya unsur itu apa yang kita harapkan dan cita-citakan belum tentu akan tercapai. Dengan bekerja keras dan tekun akan muncul sikap optimis dalam diri seseorang untuk menggapai cita-citanya. Dengan adanya sifat kerja keras, manusia tidak akan mudah goyah dan putus asa dalam menerjakan apa yang ia lakukan. Tidak mudah putus semangat apabila dala melakukan pekerjaannya mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. Dalam melakukan pekerjaan unsur kerja keras    tidak boleh lepas dari dirinya. Dengan kerja keras maka    apabila     ada kesalahan atau ...