Skip to main content

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT


MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI

SMA MARTIA BHAKTI

TAHUN AJARAN 2020/2021

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT.

Iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Adalah mengakui, mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab kepada para nabi dan Rasul Nya yang berisi ajaranAllah SWT. Untuk di sampaikan kepada umatnya masing-masing. Mengimani kitab Allah SWT,wajib hukumnya. Mengingkari salah satu kitab Allah SWT sama saja mengingkari seluruh kitab-kitab Allah SWT dan mengingkari para Rasul-Nya, malaikat dan mengingkari Allah SWTsendiri.

A.      Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt.

Pengertian iman menurut bahasa adalah percaya dan membenarkan.Iman menurut istilahadalah kepercayaan yang diyakini kebenarannya dalam hati,diucapkan dengan lisan,dandiamalkan dengan perbuatan.Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwakitab-kitab Allah itu benar-benar wahyu yang diturunkan-Nya kepada para Rasul, tidakdiragukan kebenarannya isinya agar menjadi pedoman hidup bagi umatnya.Iman kepada kitab-kitab Allah termasuk dalam rukun iman yang ke tiga.Dengan demikianorang yang tidak mengimani kitab-kitab Allah tidak dapat dikatakan sebagai orang yang beriman, bahkan bisa dikatakan murtad.Firman Allah swt :

كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً وَٰحِدَةً فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّۦنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخْتَلَفُوا۟فِيهِ

Artinya:

“Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allahmenurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. Al -Baqarah : 213)

Ayat di atas mengandung penjelasan sebagai berikut :

1.       Allah telah benar-benar menurunkan kitab-kitab kepada para nabi.

2.       Dengan kitab-kitab itu Allah memberi kabar gembira dan peringatan

3.       Tujuan diturunkannya kitab-kitab agar menjadi petunjuk dan pedoman hidup.

B.      Nama Kitab-Kitab Allah Dan Para Penerimanya

Menurut bahasa, kata kitab memiliki dua pengertian, pertama berarti perintah. Kedua berarti tulisan di atas kertas. Yang dimaksud kitab Allah adalah wahyu yang diturunkan kepada para nabi dan rasul berisi pedoman hidup bagi umatnya dan telah dibukukan.Kitab-kitab Allah yang wajib kita imani ada empat, yaitu :

 

 

 

 

 

1.       Kitab taurat, diturunkan kepada Nabi Musa As sebagai pedoman dan petunjuk bagiBani Israil. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt :

وَءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلْنَٰهُ هُدًى لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِى وَكِيلًا

 Artinya :

“Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israel (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,” (QS. Al - Israa: 2)

2.       Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Daud As untuk disampaikan dan dijadikansebagai pedoman hidup bagi umat Yahudi. Firman Allah :

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

 Artinya :

Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

3.       Kitab Injil, diturunkan kepada Nabi Isa As sebagai petunjuk dan tuntunan bagi BaniIsrail. Allah berfirman :

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ

Artinya :

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.(QS. Al-Maidah: 46)

4.       Kitab Al-Qur‟an, diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, untuk dijadikan

 petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bangsa Arab. Allah berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya:

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf : 2)

Al-Qur‟an sebagai kitab suci terakhir isinya meliputi seluruh kitab-kitabterdahulu dan melengkapi aturan-aturan yang belum ada. Pada dasarnya kitab-kitabAllah itu mengandung ajaran-ajaran yang sama, yaitu tentang tauhid ataumengesakan Allah.

C.      C.  Kitab dan Suhuf

Yang dimaksud kitab ialah kumulan firman Allah Swt yang diwahyukan kepada rasul- Nya. Wahyu itu dicatat dalam lembaran-lebaran kertas. Lembaran-lembaran itu kemudiandisatukan menjado ancaman buku besar dan disusun secara sistematis sesuai petunjuk rasulsendiri. Kumpulan lembaran-lembaran ang sudah berwujud buku itu lazimnya disebut sebagai kitab.

Kitab yang diturunkan Allah Swt ada empat. Keempat kitab Allah Swt itu adalah Taurat,zabur, injil dan Al-Qur‟an. Kitab-kitab itu memiliki kesamaan dan perbedaan. Persamaannyaialah semua kitab itu menganjurkan keesaan Allah Swt. Sehingga agama-agama sebelum islamlahir dikenal dengan sebutan agama tauhid, yakni agama yang mengajarkan tentang keesaanAllah Swt. Perbedaannya terletak pada sifatnya. Kitab-kitab sebelum al-qur‟an bersifat local danajaran-ajarannya sederhana, sedangkan Al-Qur‟an bersifat universal dan abadi sepanjang masaserta lebih luas ajarannya.

Adapun yang dimaksud suhuf adalah lembaran-lembaran yang berisi kumpulan wahyuAllah Swt. Yang diberikan kepada rasul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia. Dengandemikian, juga kita bandingkan dengan kitab, suhuf relatif lebih sedikit dari pada kitab.Beberapa suhuf dikumpulkan sehingga menjadio sebuah kitab.

Allah Swt berfirman sebagai berikut :

إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ  صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ

Artinya:

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (Al-A’laa : 18-19)

D.      D.  Fungsi Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT.

Fungsi iman kepada Kitab-kitab Allah Swt adalah sebagai petunjuk hidup. Manusia hidupdi dunia memerlukan petunjuk agar hidupnya terarah. Petunjuk yang diperlukan harusmempunyai kualitas yang tinggi melebihi petunjuk yang dapat membimbing manusia kearahtujuan hidup hanyalah kitab suci yang telah diwahyukan Allah Swt kepada para rasul-Nya.

Di dalam Surat Az-Zirat ayat 56 ditegaskan bahwa jin dan manusia diciptakan oleh AllahSwt tidak lain hanyalah agar menghambakan diri kepada-Nya. Sementara itu, di dalam Surat Al-Baqarah ayat 30 dinyatakan oleh Allah Swt bahwa manusia diciptakan Allah sebagai khalifah didunia dalam rangka menghambakan diri kepada-Nya.

Kehidupan manusia di bumi tidak lepas dari permasalahan yang sulit dipecahkan.Permasalahan hidup kian bertambah banyak sehingga manusia sering lupa dari tugas hidupnyasebagai hamba Allah Swt. Yang harus selalu menghambakan diri kepada-Nya.

E.    Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

Beriman kepada kitab-kitab Allah memiliki pengaruh yang banyak diantaranya :

1.       Mengetahui tentang perhatian Allah terhadap hamba-hambaNya juga kesempurnaan rahmatNya, dimana ia menurunkan kepada setiap kaum sebuah kitab sebagai petunjuk bagi mereka, agar bias mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

2.       Mengetahui hikmah Allah Swt. Dalam syariatNya, di mana Allah mensyariatkan bagi setiap kaum apa yang sesuai dengan keadaan dan situasi kaum tersebut.

“untuk tiap-tiap umat diantara kamu. Kami berikan aturan dan jalan yang terang .”(QS.Al-Maidah:48)

3.       Bersyukur kepada Allah terhadap diturunkannay kitab-kitab tersebut. Sebab kitab-kitab tersebut adalah cahaya dan petunjuk di dunia maupun di akhirat. Karena itu kita wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat yang agung ini.

F.       F.  Perilaku orang yang beriman kepada Kitab-kitab Allah Swt.

Perilaku orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah Swt adalah sebagai berikut :

1.       Memiliki rasa hormat dan menghargai kitab suci sebagai kitab yang memiliki kedudukan di atas segala kitab yang lain.

2.       Berusaha menjaga kesucian kitab suci dan membelanya apabila ada pihak lain yang meremehkannya.

3.       Mau mempelajari dengan sungguh-sungguh petunjuk yang ada di dalam, baik dengan membaca sendiri maupun menhadiri majlis taklim.

4.       Berusaha untuk mengamalkan petunjuk-petunjuknya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

5.       Berusaha untuk menyebarluaskan petunjuk-petunjuknya kepada orang lain, baik di lingkungan keluarga sendirimaupun masyarakat

6.       Berusaha untuk memperbaiki bacaannya dengan mempelajari ilmu tajwid.

7.       Tunduk kepada hukum yang ada di dalam kitab suci dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

G.     G.  Cara beriman kepada Kitab-Kitab Allah

        Beriman kepada kitab-kitab Allah ada dua cara, yaitu :

1.       Beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Qur’an

a.       Meyakini bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu Allah, bukan karangan para rasul

b.      Meyakini kebenaran isinya

2.       Beriman kepada Al-Qur’an

a.       Meyakini bahwa Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Allah bukan karangan Nabi Muhammad Saw

b.      Meyakini bahwa isi Al-Qur’an dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan sedikitpun

c.       Mempelajari, memahami, dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an

d.      Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

             Perbedaan cara beriman kepada kitab-kitab Allah selain Al-Qur’an dan kepada Al-  Qur’an sendiri disebabkan :

1.         Masa berlakunya kitab-kitab sebelum Al-Qur’an sudah selesai

2.         Kitab-kitab sebelum Al-Qur’an terlalu terbatas pada satu umat saja

3.         Kandungan pokok dari kitab-kitab sebelum Al-Quran telah termuat dalam Al-Qur’an

Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut :

1.         Kebersihan dan kesucian dari najis kita sucikan dengan mandi, wudhu dan bertayamum

2.         Dengan mandi dapat menghilangkan kotoran – kotoran yang melekat pada tubuh manusia

3.         Bersuci mendidik menusia berakhlak, sebab kebiasaan hidup akan mendorong seseorang menjauhi hal-hal yang menimbulkan perbuatan kotor.

 

 

 


Comments

Popular posts from this blog

MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN

  MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN PENTINGNYA SYAJA’AH Dalam agama islam ada banyak macam sifat dan akhlak baik maupun buruk yang dapat dipelajari untuk menambah wawasan pengetahuan, salah satunya yaitu syaja’ah.             Sebagai seorang muslim, mempelajari sifat-sifat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan suatu hal yang sangat penting.           Tujuan dari mempelajari sifat seperti syaja’ah ini tidak lain yaitu supaya bisa tahu mana yang baik dan buruk untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN SYAJA’AH Secara umum  syaja’ah  adalah sebuah sifat keberanian atau bisa diartikan juga sebagai sifat benar atau gagah. Kata syaja’ah sendiri digunakan untuk menggambarkan sifat kesabaran dan keberanian seseorang dimedan perang dalam membela kehormatan sebagai seorang umat islam.     ...

MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN   TANGGUNG JAWAB Bekerja keras dan bertanggung jawab adalah dia perilaku terpuji (akhlak mahmudah) dalam islam. Dengan bekerja keras, seseorang tidak hanya mendapat pahala dan kemuliaan dariAllah SWT melainkan juga   menjauhkan   dirinya   dari kehinaan akibat   meminta-minta atau berutang. Dengan bekerja keras, seseorang tentu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga tidak harus meminta belas kasihan   orang lain. Selain itu dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, seseorang akan dipercaya di mata manusia lainnya sehingga ia mendapatkan penghormatan dan kemuliaan tersendiri di mata manusia. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Rosulullah saw menyampaikan bahwa   خَيْرًا قَطُّ طَعَامًا أَحَدٌ أَكَلَ مَا قَالَ النَّبِيِّ عَنِ عَنْهُ اللهُ رَضِيَ يَكْرِبَ سَعْدِ بْنِ اْلمَقْدَادِ عَنِ يَدِهِ عَمَلِ مِنْ يَأْكُلُ كَانَ دَاوُدُ اللهِ نَبِيَّ وَإِنَّ يَدَ...

MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 TENTANG KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB   Hidup adalah sebuah perjuangan. Tanpa adanya usaha untuk berjuang maka manusia tidak akan bisa bertahan untuk hidup. Untuk itu manusia haruslah berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Dalam pada itu berjuang memiliki makna yang cukup luas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai untuk bekerja keras. Tanpa adanya unsur itu apa yang kita harapkan dan cita-citakan belum tentu akan tercapai. Dengan bekerja keras dan tekun akan muncul sikap optimis dalam diri seseorang untuk menggapai cita-citanya. Dengan adanya sifat kerja keras, manusia tidak akan mudah goyah dan putus asa dalam menerjakan apa yang ia lakukan. Tidak mudah putus semangat apabila dala melakukan pekerjaannya mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. Dalam melakukan pekerjaan unsur kerja keras    tidak boleh lepas dari dirinya. Dengan kerja keras maka    apabila     ada kesalahan atau ...