Skip to main content

MATERI PAI KELAS XII SESI 6 MENYEMBAH ALLAH SEBAGAI UNGKAPAN RASA SYUKUR

 MATERI PAI KELAS XII SESI 6 

MENYEMBAH ALLAH SEBAGAI UNGKAPAN RASA SYUKUR


A.   MAKNA  KETERKAITAN IBADAH  DAN BERSYUKUR 

       Ibadah adalah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk.

        Menurut syara (terminologi), ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla,                              yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling                tinggi.

      Bersyukur adalah 

       suatu perbuatan yang bertujuan berterima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah                               diberikan Allah swt.

B.  DALIL NAQLI

  q Qs. Luqman : 12

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا

 يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

       Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah.           Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya             sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha               Terpuji".

  q Qs. An-Nahl : 53

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْـَٔرُونَ

      Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa          oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.


C.  KAITAN ANTARA IBADAH DAN BERSYUKUR

       Sebagaimana kita pahami berdasarkan Qs. luqman : 12 dan Qs. An-Nahl : 53 di jelaskan bahwa :

      Dalam kehidupan beragama, setiap umat Islam pasti tidak lepas dari kata Ibadah, karena ibadah              merupakan sebuah perbuatan dan pernyataan  bakti kita terhadap Allah swt. ibadah dapat                      dilakukan  secara langsung (hablumminallah) dan tidak langsung (Hablumminannas)

     Bersyukur adalah bagian dari bentuk ibadah manusia kepada Allah swt, orang yang bersyukur dia         akan lebih mendekatkan dirinya kepad Allah swt sebagai ungkapan terima kasih atas apa yang sudah      diberikan dalam hidupnya.

    Manusia harus sadar bahwa apa yang kita miliki semua bersumber dari Allah swt, bukan karena             kekuasaan, kehebatan dan kerja keras semata melainkan itu semuanya adalah hadiah pemberian           dari  Allah atas usaha yang dilakukan dalam hidupnya. Karenanya sebagai muslim yang taat mari kita     menyadari dan tunjukan dengan penuh rasa syukur kepada Allah swt bukan dengan sikap sombong,       takabur, angkup atau merasa memiliki segalanya. Itu adalah karakter orang yang tidak tahu diri dan       tidak tahu terima kasih

D. CARA BERSYUKUR

     Ada 3 cara bersyukur kepada Allah swt, yaitu

  q Syukur dengan hati

     Menyadari  sepenuhnya bahwa nikmat yang   kita peroleh semata-mata karena anugrah dan                   kemurahan  Allah swt.

  q Syukur dengan Lisan

     Senantiasa memuji Allah swt dengan dengan membaca kalimat dzikrullah dan kalimat-kalimat                 pujian yang disanjungkan kepada Allah pemilik segalanya.

  q Syukur dengan Perbuatan

      menggunakan nikmat yang dimiliki untuk kebaikan dan mencari ridho Allah swt.

      Contohnya : membantu orang lain dalam kesulitan

E.   MANFAAT BERSYUKUR

  vMemberikan perasaan nyaman. ...
  v  Menciptakan emosi yang positif. ...
  v  Dapat membentuk pola pikir sukses. ...
  v  Menjadikan hatimu tenang. ...
  v  Terhindar dari risiko terkena penyakit degeratif.
  v  Menjauhkan diri dari penyakit hati. ...

  v  Hidup menjadi lebih berkah.
F. PENUTUP
          Anak-anakku sekalian
   Jadilah pribadi yang selalu taat beribadah kepada Allah swt, senantiasa bersyukur dengan  nikmat dan anugrah yang diberikan, berterima kasih kepada orang tua atas pembinaannya baik jasmani dan ruhani, dan jadilah pribadi yang tawadhu agar   memperoleh derajat yang tinggi dihadapan Allah swt

Comments

Popular posts from this blog

MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN

  MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN PENTINGNYA SYAJA’AH Dalam agama islam ada banyak macam sifat dan akhlak baik maupun buruk yang dapat dipelajari untuk menambah wawasan pengetahuan, salah satunya yaitu syaja’ah.             Sebagai seorang muslim, mempelajari sifat-sifat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan suatu hal yang sangat penting.           Tujuan dari mempelajari sifat seperti syaja’ah ini tidak lain yaitu supaya bisa tahu mana yang baik dan buruk untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN SYAJA’AH Secara umum  syaja’ah  adalah sebuah sifat keberanian atau bisa diartikan juga sebagai sifat benar atau gagah. Kata syaja’ah sendiri digunakan untuk menggambarkan sifat kesabaran dan keberanian seseorang dimedan perang dalam membela kehormatan sebagai seorang umat islam.     ...

MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN   TANGGUNG JAWAB Bekerja keras dan bertanggung jawab adalah dia perilaku terpuji (akhlak mahmudah) dalam islam. Dengan bekerja keras, seseorang tidak hanya mendapat pahala dan kemuliaan dariAllah SWT melainkan juga   menjauhkan   dirinya   dari kehinaan akibat   meminta-minta atau berutang. Dengan bekerja keras, seseorang tentu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga tidak harus meminta belas kasihan   orang lain. Selain itu dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, seseorang akan dipercaya di mata manusia lainnya sehingga ia mendapatkan penghormatan dan kemuliaan tersendiri di mata manusia. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Rosulullah saw menyampaikan bahwa   خَيْرًا قَطُّ طَعَامًا أَحَدٌ أَكَلَ مَا قَالَ النَّبِيِّ عَنِ عَنْهُ اللهُ رَضِيَ يَكْرِبَ سَعْدِ بْنِ اْلمَقْدَادِ عَنِ يَدِهِ عَمَلِ مِنْ يَأْكُلُ كَانَ دَاوُدُ اللهِ نَبِيَّ وَإِنَّ يَدَ...

MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 TENTANG KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB   Hidup adalah sebuah perjuangan. Tanpa adanya usaha untuk berjuang maka manusia tidak akan bisa bertahan untuk hidup. Untuk itu manusia haruslah berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Dalam pada itu berjuang memiliki makna yang cukup luas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai untuk bekerja keras. Tanpa adanya unsur itu apa yang kita harapkan dan cita-citakan belum tentu akan tercapai. Dengan bekerja keras dan tekun akan muncul sikap optimis dalam diri seseorang untuk menggapai cita-citanya. Dengan adanya sifat kerja keras, manusia tidak akan mudah goyah dan putus asa dalam menerjakan apa yang ia lakukan. Tidak mudah putus semangat apabila dala melakukan pekerjaannya mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. Dalam melakukan pekerjaan unsur kerja keras    tidak boleh lepas dari dirinya. Dengan kerja keras maka    apabila     ada kesalahan atau ...