Skip to main content

MATERI PAI KELAS XII. SESI 11 BEKERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

 MATERI PAI KELAS XII. SESI 11

BEKERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

        Hidup adalah sebuah perjuangan. Tanpa adanya usaha untuk berjuang maka manusia tidak akan bisa bertahan untuk hidup. Untuk itu manusia haruslah berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Dalam pada itu berjuang memiliki makna yang cukup luas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai untuk bekerja keras. Tanpa adanya unsur itu apa yang kita harapkan dan cita-citakan belum tentu akan tercapai.

       PENGERTIAN KERJA KERAS

Agama islam mengajarkan umatnya agar selalu bekerja keras dalam menjalankan kehidupannya di muka bumi ini. Segala sesuatu yang dilakukan tidak dengan kerja keras, hasilnya tidak akan sempurna. Sebaliknya, seberat apa pun suatu pekerjaan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, niscaya hasilnya akan dapat diraih dengan baik. 

Kerja keras merupakan sikap terpuji yang perlu dimiliki oleh setiap orang yang menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Kerja keras adalah kunci dalam mencapai kesuksesan dan tujuan yang dicita-citakan manusia. Bekerja keras tidak selalu harus benting tulang dengan mengeluarkan tenaga secara fisik tetapi sikap kerja keras juga dapat dilakukan  dengan berpikir sungguh-sungguh dalam mengerjakannya.

Kerja keras yaitu bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan atau prestasi kemudian disertai dengan berserah diri (tawakkal) kepada Allah SWT baik untuk kepentingan dunia dan akhirat. 

Firman Allah SWT sebagai berikut:

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ 

وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 77) .
Namun dalam hal ibadah khusus, seperti shalat, hendaknya kita beranggapan bahwa seolah-olah kita akan mati esok hari sehingga kita bisa beribadah dengan khusyu’. Hal ini sesuai dengan pesan para ulama:

اِعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعْيْشُ أَبَدًا وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأنَّكَ تَمُوْتُ غدًا

Artinya: “bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah engkau hidup selama-lamanya; dan bekerjalah untuk kepentingan akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok hari”.

        Semua manusia yang hidup di dunia ini mempunyai jasmani dan rohani yang keduanya saling membutuhkan antara satu dan lainnya. Kebutuhan jasmani berupa makanan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan kebutuhan rohani berupa pengtahuan yang bermanfaat, dan nasihat yang sesuai dengan kebutuhan rohani. Semuanya itu dapat diraih apabila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan memberikan rizqi kepada makhluk-Nya. Allah berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ

"Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". (Q.S Ar-Ra’du: 11) 

    Rasulullah pernah bersabda “amal duniawi yang dilakukan oleh manusia untuk kepentingan hidupnya dan usaha yang dikerjakan untuk kebutuhan diri sendiri dan keluarga termasuk ibadah serta sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT”.
Semua orang yang bekerja dapat menjadikan pekerjaan dan segala aktivitasnya sebagai ibadah asalkan mereka berpegang pada ketentuan berikut:  
a. Harus menyesuaikan semua pekerjaannya dengan aturan agama yang berlaku dalam ajaran Islam.  
b. Sebelum melakukan pekerjaan hendaknya memulainya dengan niat yang suci dan hati yang tulus.  
c. Setiap pekerjaan hendaklah dilakukan dengan baik dan benar.


Comments

Popular posts from this blog

MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN   TANGGUNG JAWAB Bekerja keras dan bertanggung jawab adalah dia perilaku terpuji (akhlak mahmudah) dalam islam. Dengan bekerja keras, seseorang tidak hanya mendapat pahala dan kemuliaan dariAllah SWT melainkan juga   menjauhkan   dirinya   dari kehinaan akibat   meminta-minta atau berutang. Dengan bekerja keras, seseorang tentu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga tidak harus meminta belas kasihan   orang lain. Selain itu dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, seseorang akan dipercaya di mata manusia lainnya sehingga ia mendapatkan penghormatan dan kemuliaan tersendiri di mata manusia. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Rosulullah saw menyampaikan bahwa   خَيْرًا قَطُّ طَعَامًا أَحَدٌ أَكَلَ مَا قَالَ النَّبِيِّ عَنِ عَنْهُ اللهُ رَضِيَ يَكْرِبَ سَعْدِ بْنِ اْلمَقْدَادِ عَنِ يَدِهِ عَمَلِ مِنْ يَأْكُلُ كَانَ دَاوُدُ اللهِ نَبِيَّ وَإِنَّ يَدَ...

MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN

  MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN PENTINGNYA SYAJA’AH Dalam agama islam ada banyak macam sifat dan akhlak baik maupun buruk yang dapat dipelajari untuk menambah wawasan pengetahuan, salah satunya yaitu syaja’ah.             Sebagai seorang muslim, mempelajari sifat-sifat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan suatu hal yang sangat penting.           Tujuan dari mempelajari sifat seperti syaja’ah ini tidak lain yaitu supaya bisa tahu mana yang baik dan buruk untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN SYAJA’AH Secara umum  syaja’ah  adalah sebuah sifat keberanian atau bisa diartikan juga sebagai sifat benar atau gagah. Kata syaja’ah sendiri digunakan untuk menggambarkan sifat kesabaran dan keberanian seseorang dimedan perang dalam membela kehormatan sebagai seorang umat islam.     ...

MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 TENTANG KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB   Hidup adalah sebuah perjuangan. Tanpa adanya usaha untuk berjuang maka manusia tidak akan bisa bertahan untuk hidup. Untuk itu manusia haruslah berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Dalam pada itu berjuang memiliki makna yang cukup luas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai untuk bekerja keras. Tanpa adanya unsur itu apa yang kita harapkan dan cita-citakan belum tentu akan tercapai. Dengan bekerja keras dan tekun akan muncul sikap optimis dalam diri seseorang untuk menggapai cita-citanya. Dengan adanya sifat kerja keras, manusia tidak akan mudah goyah dan putus asa dalam menerjakan apa yang ia lakukan. Tidak mudah putus semangat apabila dala melakukan pekerjaannya mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. Dalam melakukan pekerjaan unsur kerja keras    tidak boleh lepas dari dirinya. Dengan kerja keras maka    apabila     ada kesalahan atau ...