Skip to main content

PERTEMUAN 3 PAI KELAS XI. HORMAT DAN PATUH KEPADA ORANG TUA

 

PERTEMUAN 3  KELAS XI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Bagaimana kabar kalian semua, semoga semuanya ada  dalam kesehatan,  bimbingan dan lindungan Allah swt.

Al-hamdulillah kita dapat bertemu kembali dalam kegiatan belajar pada pagi ini, materi yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini adalah tentang  Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua dan Guru, sub bab yang akan kita bahas adalah

“ Meyakini dan menunjukan prilaku hormat kepada orang tua dan Guru sebagai implementasi dari Qs. Al-Isra : 23 “

Silahkan dibuka LKS/Buku Paketnya, dan sebelum jauh kita membahas materi ini mari kita awali kegiatan ini dengan membaca Basmallah

Anak-anaku sekalian …

Sebagaimana telah dijelaskan pada pertemuan terdahulu bahwa, orang tua dan guru adalah sosok manusia yang harus kita hormati dan kita mulyakan. Mereka sudah berjuang dengan sebaik-baiknya untuk kelangsungan dan kesempurnaan hidup kita baik jasman, ruhaninya dan juga bekal ilmu yang diberikan untuk masa depannya.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai bentuk taat dan patuh kepada orang tua :

1. Berkata-kata dengan sopan dan penuh kelembutan, dan jauhi perkataan yang menyakiti hati mereka

Ibnu Katsir menjelaskan tentang ayat [فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ]:

أي لا تسمعهما قولا سيئا حتى ولا التأفيف الذي هو أدن

ى مراتب القول السيئ

“Maksudnya jangan memperdengarkan kepada orang tua, perkataan yang buruk. Bahkan sekedar ah yang ini merupakan tingkatan terendah dari perkataan yang buruk” (Tafsir Ibnu Katsir).

1.    Bersikap tawadhu’ kepada orang tua dan sikapilah mereka dengan penuh kasih sayang

Allah Ta’ala berfirman:

   اوَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرً جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَاخْفِضْ لَهُمَا

 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.” (QS. Al Isra: 24).

2.    Tidak memandang orang tua dengan pandangan yang tajam, tidak bermuka masam atau wajah yang tidak menyenangkan

 

 

 

3.  Tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan orang tua

  وإذا تكَلَّمَ خَفَضُوا أصواتَهم عندَه ، وما يُحِدُّون إليه النظرَ؛ تعظيمًا

“jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah” (HR. Al Bukhari 2731).

4.    Tidak mendahului mereka dalam berkata-kata

Maksudnya ketika orang tua kita sedang berbicara dengan kita dengan dan perhatikan dengan sebaik-baiknya jangan di potong atau dibantah, kalau ada perkataan yang tidak sependapat lakukan dengan pendektan yang baik.

 

5.    Lebih mengutamakan orang tua daripada diri sendiri
Dalam hal dunia seperti makan, minum dan lain sbagainya agar mendahulukan orang tua.

6.    Ajak mereka kepada agama yang benar
Apabila orang tua kita lalai dalam beribadah atau perbuatan baik lainnya hendaklah kita mengingatkannya dengan cara yang baik dan bijaksana.

7.    Jagalah kehormatan mereka

Menjaga Kehormatan yang dimaksud adalah mengangkat dejarat mereka, memulyakan mereka dan membahagiakannya

8.    Berikan pelayanan yang baik kepada orang tua dan bantulah urusan-urusannya
Bantulah mereka dalam menjalankan dan menyelesaikan segala urusannya agar merasa ringan dalam mengerjakannya.

9.    Jawablah panggilan mereka dengan segera

“Suatu hari datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya. Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai engkau melihat wajah pelacur” (HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Adabil Mufrad).

10. Jangan berdebat dengan mereka, jangan mudah menyalah-nyalahkan mereka, jelaskan dengan penuh adab

11. Segera bangkit menyambut mereka ketika mereka masuk rumah, dan ciumlah tangan mereka
Jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi rumah Fathimah radhiyallahu anhuma , maka Fathimah menyambut kedatangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia bangkit dan berjalan kearah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mencium (kening) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad, Ibnu Qathan dalam Ahkamun Nazhar[296] mengatakan: “semua

12. Jangan menganggu mereka di waktu mereka istirahat

13. Jangan berbohong kepada mereka
Berbohong adalah dosa besar. Lebih lebih jika dilakukan terhadap orang tua, lebih besar lagi dosanya.

14. Jangan pelit untuk menafkahi mereka

15. Sering-seringlah mengunjungi mereka

16. Jika ingin meminta sesuatu kepada mereka, mintalah dengan lemah lembut



 

 

 

 

17. CARA BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA APABILA MEREKA TUDAH MENINGGAL

1.    Mendoakan mereka

2.    Menjalin silaturahmi dengn keluaga

3.    Menjaga nama baik mereka

4.    Bersedekah atas nama mereka

5.    Memenuhi janji yang pernah diucapkan orang tua

6.    Ziarah ke makam orang tua

Prilaku baik kepada Guru

1.   Mendengarkan dengan seksama dan penuh antusias ketika guru menjelaskan materi pelajaran di kelas.

2.   Tidak memotong atau menyela ketika beliau sedang berbicara.

3.   Menggunakan bahasa yang sopan dan lembut ketika berbicara dengannya.

4.   Tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan guru.

5.   Meminta nasehat kepadanya secara khusus serta menjalankan segala nasehat baiknya.

6.   Membantu meringankan beban guru misalnya dengan membantunya membawa kertas ujian, membersihkan meja dan kursi tempat duduknya dan sebagainya.

7.   Senantiasa mengucapkan terima kasih setelah beliau selesai mengajar di kelas.

8.   Menyapa beliau ketika bertemu di lingkungan sekolah selain kelas, di kantin misalnya.

9.   Memberikan ucapan selamat atau bahkan hadiah kecil di hari-hari istimewa, seperti Hari Guru Nasional atau pada hari kelahiran beliau.

10.                Belajar dengan giat dan berprestasi di sekolah adalah kebaikan tak ternilai bagi guru juga bagi diri sendiri sebab murid yang sukses adalah prestasi tersendiri bagi seorang guru.

Comments

Popular posts from this blog

MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN   TANGGUNG JAWAB Bekerja keras dan bertanggung jawab adalah dia perilaku terpuji (akhlak mahmudah) dalam islam. Dengan bekerja keras, seseorang tidak hanya mendapat pahala dan kemuliaan dariAllah SWT melainkan juga   menjauhkan   dirinya   dari kehinaan akibat   meminta-minta atau berutang. Dengan bekerja keras, seseorang tentu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga tidak harus meminta belas kasihan   orang lain. Selain itu dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, seseorang akan dipercaya di mata manusia lainnya sehingga ia mendapatkan penghormatan dan kemuliaan tersendiri di mata manusia. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Rosulullah saw menyampaikan bahwa   خَيْرًا قَطُّ طَعَامًا أَحَدٌ أَكَلَ مَا قَالَ النَّبِيِّ عَنِ عَنْهُ اللهُ رَضِيَ يَكْرِبَ سَعْدِ بْنِ اْلمَقْدَادِ عَنِ يَدِهِ عَمَلِ مِنْ يَأْكُلُ كَانَ دَاوُدُ اللهِ نَبِيَّ وَإِنَّ يَدَ...

MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN

  MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN PENTINGNYA SYAJA’AH Dalam agama islam ada banyak macam sifat dan akhlak baik maupun buruk yang dapat dipelajari untuk menambah wawasan pengetahuan, salah satunya yaitu syaja’ah.             Sebagai seorang muslim, mempelajari sifat-sifat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan suatu hal yang sangat penting.           Tujuan dari mempelajari sifat seperti syaja’ah ini tidak lain yaitu supaya bisa tahu mana yang baik dan buruk untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN SYAJA’AH Secara umum  syaja’ah  adalah sebuah sifat keberanian atau bisa diartikan juga sebagai sifat benar atau gagah. Kata syaja’ah sendiri digunakan untuk menggambarkan sifat kesabaran dan keberanian seseorang dimedan perang dalam membela kehormatan sebagai seorang umat islam.     ...

MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 TENTANG KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB   Hidup adalah sebuah perjuangan. Tanpa adanya usaha untuk berjuang maka manusia tidak akan bisa bertahan untuk hidup. Untuk itu manusia haruslah berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Dalam pada itu berjuang memiliki makna yang cukup luas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai untuk bekerja keras. Tanpa adanya unsur itu apa yang kita harapkan dan cita-citakan belum tentu akan tercapai. Dengan bekerja keras dan tekun akan muncul sikap optimis dalam diri seseorang untuk menggapai cita-citanya. Dengan adanya sifat kerja keras, manusia tidak akan mudah goyah dan putus asa dalam menerjakan apa yang ia lakukan. Tidak mudah putus semangat apabila dala melakukan pekerjaannya mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. Dalam melakukan pekerjaan unsur kerja keras    tidak boleh lepas dari dirinya. Dengan kerja keras maka    apabila     ada kesalahan atau ...