Skip to main content

Ta'ziyah dan Ziarah Kelas XI. Pertemuan VI

 

 

ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

Gimana Kabar anak-anaku sekalian,

semoga kalian semuanya ada dalam kesehatan dan keberkahan Allah swt. Amiin Ya Robbal”alamiin

 

Pada Pertemuan terdahulu kita sudah membahas mengenai  kewajiban orang yang hidup terhadap orang yang meninggal termasuk didalamnya penjelasan tentang cara memandikan, mengkafani, menyalatkan dan menguburkan, itu semuanya adalah kewajiab orang yang masih hidup.

Kita semuanya tidak tahu, kapan, dimana, dan dalam kondisi seperti apa kita meninggal. Tetapi kita bila melihat dilapangan beragam cara manusia meninggal dunia baik melalui kecelakaan pesawat, kereta, mpbil, angin puting beliung, gempa, banjir bandang, termasuk saat ini karena wabah Covid 19.

 

Anak-anaku sekalian

Perbanyaklah selalu mengingat Allah swt, baik melalui sholat, dzikir, amal sholih dana mal baik lainnya.

 

Baik anak-anaku sekalian , selanjutnya memasuki materi yang selanjutnya Menyajikan Prosedur Penyelenggaraan Jenazah.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang materi ini, mari kita awali kegiatan ini dengan sama-sama membaca “ Basmallah”

 

Baik anak-anaku sekalian

Sebagai seorang muslim yang baik, ketika kita mendengar ada saudara, keluarga, tetangga ditempat tinggal  kita yang meninggal hendaknya selalu berta’ziyah kepada keluarga yang berduka karena hal ini sangat dianjurkan oleh Rosulullah saw.

 

TA’ZIYAH

 

1.    Pengertian Ta’Ziyah

Sebelum membahas lebih jauh mungkin diantara kalian ada yang tahu pengertian Ta’ziyah. silahkan

Ta’ziyah/Melayat adalah kunjungan seseorang terhadap keluarga yang mendapat musibah kematian salah satu anggota keluarganya.

Hukum Ta’ziyah adalah sunah dan merupakan hak muslim yang satu terhadap yang lain. Ta’ziyah sebaiknya dilakukan sebelum jenazah di makamkan atau dikebumikan dengan maksud agar

a.    Membantu pengurusan jenazah

b.    Ikut menyolatkan dan mengantarkan jenazah

Dalam sebuah keterangan Hadits Rosulullah saw menjelaskan yang artinya :

 

القِيامَةِ   يَوْمَ الكَرَامَةِ حُلَلِ مِنْ وَجَلَّ عَزَّ اللَّهُ كَساهُ لاَّإِ بِمُصِيْبَتِهِ أخاهُ يُعَزِّي مُؤْمِنٍ مِنْ ما

 

Artinya: Tidaklah seorang mukmin bertakziah sudaranya yang ditimpa musibah kecuali Allah akan mengenakan pakaian kemuliaan pada hari Kiamat. (Ibnu Majah dan al-Baihaqi).

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّيَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ شَهِدَهاَ حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ (متفق عليه)

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam: “Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut meshalatkannya maka baginya pahala satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut menguburkannya maka baginya pahala dua qirath”. Ditanyakan kepada Beliau; “Apa yang dimaksud dengan dua qirath?” Beliau menjawab: “Seperti dua gunung yang besar”. (Muttafaqun ‘Alaih,Bukhari: 1240 & Muslim: 1570)

2.    Adab/Etika Berta’ziyah

Empat Adab Orang Bertakziah menurut Imam Al-Ghazali

a.    Menghindari sebanyak mungkin hal-hal yang tidak pantas atau tabu. Bertakziah sudah pasti berbeda dengan menghadiri pesta perkawinan. Oleh karena itu cara kita berpakaian dalam bertakziah tidak sebaiknya disamakan dengan cara kita menghadiri pesta perkawinan yang cenderung glamor. Hendaknya cara kita berpakaian dan berdandan sewajarnya saja dengan tetap menjunjung tinggi asas kepatutan dan kesopanan.   

b.    Menampakkan rasa duka. Setiap kematian seseorang pasti menimbulkan perasaan duka yang mendalam terutama bagi keluarga atau kerabat dekat yang ditinggalkannya. Oleh karena itu orang yang bertakziah dianjurkan untuk ikut merasakan rasa duka itu dengan menampakkan wajah duka sambil mengucapkan secara tulus rasa bela sungkawa. Sangat baik apabila ungkapan bela sungkawa itu diikuti dengan doa semoga tabah dan sabar menerima musibah yang memang sudah merupakan suratan takdir dari Allah SWT. 

c.    Tidak banyak berbicara. Dalam suasana duka, orang yang sedang tertimpa musibah kematian, biasanya cenderung diam dan tidak ingin diajak berbicara lama-lama. Oleh karena itu orang yang bertakziah jika ingin mengajak berbicara kepada pihak yang sedang berduka cukup seperlunya saja. Demikian pula di antara orang-orang-orang yang bertakziah (mu'azziyin dan mu'azziyat) sebaiknya kalau berbicara satu sama lain cukup seperlunya dan pelan agar tidak menimbulkan suasana berisik. Apa lagi tertawa terbahak-bahak, sungguh hal ini tidak baik dan tidak etis dari sudut mana pun.   

d.    Tidak mengumbar senyum sebab bisa menimbulkan rasa tidak suka.
meskipun dalam keadaan normal senyum termasuk sedekah, tetapi dalam konteks takziah para mu'azziyin dan mu'azziyat sebaiknya bisa menahan diri untuk tidak mengumbar senyum. Tentu saja senyum dalam batas-batas yang wajar masih bisa ditolerir. Intinya adalah senyum memiliki makna kegembiraan yang dalam konteks takziah tidak baik khususnya jika ditujukan kepada pihak yang sedang berduka sebab hal ini sama saja tidak menghormati perasaannya.   

3.    Hal yang dilarang dalam ber Ta’ziyah
Jika dalam keadaan seperti ini, patut diperhatikan beberapa adab seputar takziah, yang harus dihindari ketika takziah.

Pertama, jangan sampai bercanda ketika ada kematian. Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan umat Islam agar menjadikan kematian sebagai bahan perenungan.

Kedua, berbicara dengan suara lantang. Orang yang bertakziah hanya boleh berbicara seperti saat sedang berzikir.

Rasulullah SAW pernah bersabda Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang bersuara lantang ketika takziah.

Ketiga, jangan dibuat pusing dengan kendaraan ketika hendak mengantarkan jenazah ke pemakaman. Mengantar jenazah bisa dengan berjalan kaki. Menggunakan kendaraan dibolehkan jika jarak rumah duka dengan pemakaman begitu jauh.

Keempat, Jangan terburu-buru, tapi bersegera

Terburu-buru berbeda dengan bersegera. Jika jenazah diketahui orang yang sholeh, maka saat diusung mayatnya, ia akan ‘minta’ disegerakan. Dari sinilah ada kebiasaan untuk mengusung jenazah dengan segera. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan:


 

Dari Abi Said Al-Khudhri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bila jenazah diangkat dan orang-orang mengusungnya di atas pundak, maka bila jenazah itu baik, dia berkata, “Percepatlah perjalananku.” Sebaliknya, bila jenazah itu tidak baik, dia akan berkata,”Celaka!, mau dibawa ke mana aku?” Semua makhluk mendengar suaranya kecuali manusia. Bila manusia mendengarnya, pasti pingsan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, jika mengusung jenazah dengan terburu-buru hingga mengundang marabahaya bagi yang lain, tentu harus dihindari.

4.    Hikmah berta’ziyah

a.    Menunjukan perhatian islam terhadap orang yang terkena musibah

b.    Menjalin silaturahmi diantara sesame dengan menunjukan simpati dan antipasti

c.    Menunjukan solidaritas sesama muslim

d.    Mengurangi beban keluarga yang terkena musibah

e.    Mengurangi beban kesedihan yang berkepanjangan

f.     Mendoakan jenazah dan keluarga yang ditinggalkannya.

ZIARAH KUBUR

1.    Pengertian Ziarah Kubur

Menurut Bahasa            : Mendatangi atau mengunjungi

Menurut Istilah               : Mengunjungi atau mendatangi kubur seseorang dengan maksud untuk mengambil pelajaran yang berkaitan dengan kematian dan kehidupan di akhirat dan serta mendoakan supaya diampuni dosa-dosanyaoleh Allah swt.

2.    Hukum Ziarah Kubur

Berdasarkan dalil-dalil dalam hadits, tidak dapat disangsikan lagi bahwa ziarah kubur adalah hal yang diperbolehkan bahkan tergolong sebagai hal yang dianjurkan (sunnah). Anjuran melaksanakan ziarah kubur ini bersifat umum, baik menziarahi kuburan orang-orang shalih ataupun menziarahi kuburan orang Islam secara umum. Hal ini seperti ditegaskan oleh Imam Al-Ghazali:

ر لاعتبا الجملة للتذكر وا زيارة القبور مستحبة على

روزيارة قبور الصالحين مستحبة لأجل التبرك مع الاعتبا


 “Ziarah kubur disunnahkan secara umum dengan tujuan untuk mengingat (kematian) dan mengambil pelajaran, dan menziarahi kuburan orang-orang shalih disunnahkan dengan tujuan untuk tabarruk (mendapatkan barakah) serta pelajaran,” (Al-Ghazali, Ihya’ Ulum ad-Dien, juz 4, hal. 521).


Dalam riwayat yang lain, Rasulullah tidak hanya memerintahkan ziarah kubur, tapi beliau juga menjelaskan manfaat-manfaat dalam melaksanakan ziarah kubur. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut:  

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا

فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً


“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah),” (HR. Hakim).  

Perilaku ziarah kubur juga dilakukan oleh Rasulullah, hal ini beliau lakukan setelah malaikat Jibril menemui Rasulullah seraya berkata:  

إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيْعِ فَتَسْتَغْفِرُ لَهُمْ  

“Tuhanmu memerintahkanmu agar mendatangi ahli kubur baqi’ agar engkau memintakan ampunan buat mereka” (HR. Muslim)  

3.    Adab/Etika Ziarah Kubur

1.    Berwudhu Sebelum Ziarah 

Sebaiknya sebelum berangkat ziarah kubur, dapat mengambil air wudhu terlebih dahulu dari rumah. Apabila batal di perjalanan, dapat wudhu di kamar mandi atau fasilitas umum dekat pemakaman.

2.    Mengucapkan Salam

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mengucapkan salam yang juga sekaligus doa ketika masuk ke dalam area pemakaman.

Assalamu Alaikum Ahlad-Diyaar Minal Mu miniina Wal Muslimiin. Yarhamulloohul Mustaqdimiina Minnaa Wal Musta khiriin. Wa Inna Insyaa Alloohu Bikum La-Laahiquun. Wa As Alullooha Lanaa Walakumul Aafiyah.

Artinya: Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian

3.    Menghadap Kiblat saat berdoa untuk almarhum dan berdzikir

Membaca tasbih, takbir dan tahmid juga sangat dianjurkan untuk menyempurnakan doa Anda kepada orang-orang yang Anda doakan pada saat melakukan ziarah kubur. 

4.    Membaca ayat-ayat pendek 

5.    Menghindari duduk dan menginjakinginjak bagian atas kuburan

6.    Tidak melakukan hal yang berlebihan, misalkan minta sesuatu ke kuburan, mencium batu nisan atau menangis sambil meratapi makam di depannya.

4.    Hikmah dan Tiujuan

a.    Mengingat kematian

b.    Menyadari bahwa setiap orang pasti akan mati sehingga dapat mempertebal keimanan kepada Allah SWT.

c.    Dapat bersikap zuhud(Menjauhkan diri dari sifat keduniawian)

d.    Selalu ingin berbuat baik sebagai bekal kelak di alam kubur dan hari akhir

e.    Mendoakan si mayat yang Muslim agar diampuni dosanya dan diberi kesejahteraan di akhirat

f.     Mendapat pahala dari Allah SWT. karena ziarah kubur termasuk amalan sunah.



Anank-anaku Sekalian Demikian Pembahasan kita pada pertemuan kali ini semoga dapat dipahami dan menjadikan kita lebih baik dan taat dalam menjalankan agama sehingga dapat meraih Surganya Allah swt. Amiin ya Robbal’alamiin.

Mari kita Tutup pembelajarn kita hari ini dengan membaca “Hamdalah”


Comments

Popular posts from this blog

MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN   TANGGUNG JAWAB Bekerja keras dan bertanggung jawab adalah dia perilaku terpuji (akhlak mahmudah) dalam islam. Dengan bekerja keras, seseorang tidak hanya mendapat pahala dan kemuliaan dariAllah SWT melainkan juga   menjauhkan   dirinya   dari kehinaan akibat   meminta-minta atau berutang. Dengan bekerja keras, seseorang tentu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga tidak harus meminta belas kasihan   orang lain. Selain itu dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, seseorang akan dipercaya di mata manusia lainnya sehingga ia mendapatkan penghormatan dan kemuliaan tersendiri di mata manusia. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Rosulullah saw menyampaikan bahwa   خَيْرًا قَطُّ طَعَامًا أَحَدٌ أَكَلَ مَا قَالَ النَّبِيِّ عَنِ عَنْهُ اللهُ رَضِيَ يَكْرِبَ سَعْدِ بْنِ اْلمَقْدَادِ عَنِ يَدِهِ عَمَلِ مِنْ يَأْكُلُ كَانَ دَاوُدُ اللهِ نَبِيَّ وَإِنَّ يَدَ...

MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN

  MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN PENTINGNYA SYAJA’AH Dalam agama islam ada banyak macam sifat dan akhlak baik maupun buruk yang dapat dipelajari untuk menambah wawasan pengetahuan, salah satunya yaitu syaja’ah.             Sebagai seorang muslim, mempelajari sifat-sifat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan suatu hal yang sangat penting.           Tujuan dari mempelajari sifat seperti syaja’ah ini tidak lain yaitu supaya bisa tahu mana yang baik dan buruk untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN SYAJA’AH Secara umum  syaja’ah  adalah sebuah sifat keberanian atau bisa diartikan juga sebagai sifat benar atau gagah. Kata syaja’ah sendiri digunakan untuk menggambarkan sifat kesabaran dan keberanian seseorang dimedan perang dalam membela kehormatan sebagai seorang umat islam.     ...

MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 TENTANG KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB   Hidup adalah sebuah perjuangan. Tanpa adanya usaha untuk berjuang maka manusia tidak akan bisa bertahan untuk hidup. Untuk itu manusia haruslah berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Dalam pada itu berjuang memiliki makna yang cukup luas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai untuk bekerja keras. Tanpa adanya unsur itu apa yang kita harapkan dan cita-citakan belum tentu akan tercapai. Dengan bekerja keras dan tekun akan muncul sikap optimis dalam diri seseorang untuk menggapai cita-citanya. Dengan adanya sifat kerja keras, manusia tidak akan mudah goyah dan putus asa dalam menerjakan apa yang ia lakukan. Tidak mudah putus semangat apabila dala melakukan pekerjaannya mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. Dalam melakukan pekerjaan unsur kerja keras    tidak boleh lepas dari dirinya. Dengan kerja keras maka    apabila     ada kesalahan atau ...