Skip to main content

MATERI 1 PAI KELAS XII GANJIL 2021

 

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

SEMESTER GANJIL KELAS XII

SMA MARTIA BHAKTI

 KOMPETENSI DASAR

1.1.       Terbiasa membaca al-Qur’an sebagai pengalaman dengan meyakini bahwa agama mengajarkan kepada umatnya untuk berpikir kritis dan bersikap demokratris

1.2.       Bersikap kritis dan demokratis sesuai dengan pesan Qs. Ali Imron : 190 -191 dan Qs. Ali Imron Ayat 159 serta hadits terkait

1.3.       Menganalisis dan mengevaluasi makna Qs. Ali Imron : 190-191 dan Qs. Ali Imron : 159 serta hadits tentang berpikir kritis dan bersikap demokrasi

1.4.       1. Membaca Qs. Ali Imron : 190 -191 dan Qs. Ali Imron Ayat 159

2. mendemonstrasikan hapalan Qs. Ali Imron : 190 -191 dan  159 dengan lancar

3. menyajikan keterkaitan antara sikap krikis dengan  ciri orang yang berakal

 

Petunjuk

Baca, pahami  dan  cermat materi berikut

 

BERPIKIR KRITIS

            Berfikir kritis adalah satu sikap dan prilaku yang berdasarkan pada data dan fakta yang valid (sah) serta argument yang kuat.

Dalam Islam Berpikir kritis terhadap ayat-ayat Allah adalah berusaha memahaminya dari berbagai sumber, menganalisis, dan merenungi kandungannya kemudian menindaklanjuti dengan sikap dan tindakan positif. Dalam berpikir manusia menggunakan kemampuan akalnya untuk menganalisis terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini.

 

A.    Qs. Ali Imron : 190-191

 

الْأَلْبَابِ لِأُولِي لَآيَاتٍ وَالنَّهَارِ اللَّيْلِ وَاخْتِلَافِ وَالْأَرْضِ السَّمَاوَاتِ خَلْقِ فِي إِنَّ.

وَالْأَرْضِ  السَّمَاوَاتِ خَلْقِ فِي يَتَفَكَّرُونَ وَ جُنُوبِهِمْ وَعَلَىٰ وَقُعُودًا قِيَامًا اللَّهَ يَذْكُرُونَ الَّذِينَ

النَّارِ عَذَابَ فَقِنَا سُبْحَانَكَ بَاطِلًا هَٰذَا خَلَقْتَ مَا رَبَّنَا

B.    Terjemahan

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. 

 

C.   Isi Kandungan

Berdasarkan Qs. Ali Imron : 190 – 191,  dapat diambil beberapa pelajaran yaitu :

1.    Menegaskan bahwa penciptaan langit dan bumi serta pergantian siang dan malam merupakan tanda tanda kekuasaan Allah swt.

2.    Tanda kekuasaan Allah di alam semesta hanya di ketahui oleh Ulul Albab

3.    Ciri-Ciri Ulul Albab :

1.    Selalu ingat kepada Allah swt. dalam segala kondisi dan menggunakan akalnya untuk bertafakur

2.    Selalu berfikir tentang kemaha besaran  dankemaha kuasaan Allah swt.

4.    Tafakur dan Tadzakur mampu mengantarkan kita kepada kesimpulan bahwa Allah swt   menciptakan alam semesta dan segala sesuatu tidak ada yang sia-sia.

5.    Tafakur dan tadzakur mampu melahirkan kedekatan kepada Allah swt, mengakui kelemahan dan mengakui kekuasaan

 

D.   Hikmah dari Qs. Ali Imron : 190-191

Hikmah atau pelajaran yang dapat di ambil dari  ayat di atas, yaitu ….

1.    Meraih kesuksesan dalam berkarir atau beraktifitas

2.    Mudah untuk bersosialisasi, luwes dan terbuka untuk menerima perbedaan.

3.    Membuat kita lebih rasional sehingga tidak mudah di tipu,

4.    Mandiri dalam menghadapi setiap permasalahan baik aktifitas harian atau problem kerja,

5.    Mudah memahami sudut pandang orang lain. Mengakui perbedaan adalah keniscayaan.

 

E.    Penerapan prilaku

1.    Berpikir secara baik baik di dalam maupun diluar sekolah  

2.    Menghasilkan idea dan karya yang kreatif dan inovatif,

3.    Meningkatkan aspek pengetahuan kognitif dan afektif,

4.    Mengatasi cara-cara berfikir yang terburu-buru, kabur dan sempit dengan tenang dan bijak,

Comments

Popular posts from this blog

MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN

  MATERI PAI KELAS XI SESI 11 ( SYAJA’AH ) BERANI MEMBELA KEBENARAN PENTINGNYA SYAJA’AH Dalam agama islam ada banyak macam sifat dan akhlak baik maupun buruk yang dapat dipelajari untuk menambah wawasan pengetahuan, salah satunya yaitu syaja’ah.             Sebagai seorang muslim, mempelajari sifat-sifat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan suatu hal yang sangat penting.           Tujuan dari mempelajari sifat seperti syaja’ah ini tidak lain yaitu supaya bisa tahu mana yang baik dan buruk untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN SYAJA’AH Secara umum  syaja’ah  adalah sebuah sifat keberanian atau bisa diartikan juga sebagai sifat benar atau gagah. Kata syaja’ah sendiri digunakan untuk menggambarkan sifat kesabaran dan keberanian seseorang dimedan perang dalam membela kehormatan sebagai seorang umat islam.     ...

MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII SESI 12 BERPRILAKU KERJA KERAS DAN   TANGGUNG JAWAB Bekerja keras dan bertanggung jawab adalah dia perilaku terpuji (akhlak mahmudah) dalam islam. Dengan bekerja keras, seseorang tidak hanya mendapat pahala dan kemuliaan dariAllah SWT melainkan juga   menjauhkan   dirinya   dari kehinaan akibat   meminta-minta atau berutang. Dengan bekerja keras, seseorang tentu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga tidak harus meminta belas kasihan   orang lain. Selain itu dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, seseorang akan dipercaya di mata manusia lainnya sehingga ia mendapatkan penghormatan dan kemuliaan tersendiri di mata manusia. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Rosulullah saw menyampaikan bahwa   خَيْرًا قَطُّ طَعَامًا أَحَدٌ أَكَلَ مَا قَالَ النَّبِيِّ عَنِ عَنْهُ اللهُ رَضِيَ يَكْرِبَ سَعْدِ بْنِ اْلمَقْدَادِ عَنِ يَدِهِ عَمَلِ مِنْ يَأْكُلُ كَانَ دَاوُدُ اللهِ نَبِيَّ وَإِنَّ يَدَ...

MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 TENTANG KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB

  MATERI PAI KELAS XII. SESI 13 KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB   Hidup adalah sebuah perjuangan. Tanpa adanya usaha untuk berjuang maka manusia tidak akan bisa bertahan untuk hidup. Untuk itu manusia haruslah berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Dalam pada itu berjuang memiliki makna yang cukup luas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai untuk bekerja keras. Tanpa adanya unsur itu apa yang kita harapkan dan cita-citakan belum tentu akan tercapai. Dengan bekerja keras dan tekun akan muncul sikap optimis dalam diri seseorang untuk menggapai cita-citanya. Dengan adanya sifat kerja keras, manusia tidak akan mudah goyah dan putus asa dalam menerjakan apa yang ia lakukan. Tidak mudah putus semangat apabila dala melakukan pekerjaannya mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. Dalam melakukan pekerjaan unsur kerja keras    tidak boleh lepas dari dirinya. Dengan kerja keras maka    apabila     ada kesalahan atau ...